Senin, 11 Juni 2012

Deskripsi dan Pengertian Ganguan Jiwa

Arti kata ” gangguan ”
Apa yang dimaksud gangguan jiwa? Kita urai lebih dahulu berdasarkan dua kata yang menyusunnya. ”Gangguan” berarti suatu peristiwa yang menimbulkan ketidak-lancaran fungsi normal suatu proses. Dalam Bahasa Inggris disebut disorder. Disorder dictionary.com mendefinisikan sebagai “lack of order or regular arrangement; arti bebasnya : kurangnya keberurutan atau kurangnya pengaturan yang tertata / yang teratur.

Arti kata “ Jiwa” :
Sedang kata ”jiwa” mempunyai banyak kata yang mirip atau hampir sama artinya yaitu ruh, pkiran, otak. Arti “ruh” atau “ roh” menunjuk keber-ada-an zat hidup, selain tubuh / badani, dianggap hakekat dari ’diri’ yang sebenarnya, bersifat murni. Sedangan kata “Ruhani” menunjuk pada hal yang berkaitan dengan ruh / roh. Kata ”jiwa” menunjuk keber-ada-an zat hidup, selain tubuh/badani, dianggap hakekat dari ’diri’ tetapi bersifat dipengaruhi oleh kondisi fisik, menyebut kata ”jiwa’ masih berkaitan dengan jati diri badaniah.

Dalam Bahasa Inggris, ”jiwa” adalah spirit (artinya keberadaan ghaib/supernatural), yang bersinonim dengan mental, psyche, personality, mind, thinking, brain. Mental artinya relating to the total emotional and intellectual response of an individual to external reality . Jadi semakin kita telusuri dan fahami artinya semakin menyadari bahwa kita tidak banyak tahu tentang ruh / jiwa / mental. Alquran mengingatkan: Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah, Ruh adalah urusan Tuhan-Ku, kamu tidak diberi ilmu kecuali sedikit. (QS Al Isra’ 17: 85). Sedangkan kata pikiran menunjuk sesuatu yang dihasilkan oleh organ otak, dan kata ’pikiran’ lebih menunjuk kepada proses, bukan keberadaan badani. Kata “otak” : menunjuk kepada organ konkretnya yang bisa dilihat dan dipegang, bersifat badaniah.

Gangguan jiwa merupakan suatu kondisi di mana keberlangsungan fungsi mental menjadi tidak normal baik kapasitasnya maupun keakuratannya.
Definisi lain tentang apa itu gangguan jiwa adalah dengan membandingkan dengan definisi kesehatan mental WHO " Mental health is a state of complete physical, mental and social well-being, and not merely the absence of disease" (WHO, 2012)” Kurang lebih terjemahan bebasnya adalah : “ Kesehatan mental adalah suatu keadaan lengkap secara fisik, mental, dan kesejahteraan-sosial, dan tidak semata-mata ketiadaan suatu penyakit”.

Di kalangan para ahli terjadi perdebatan tentang pemakaian istilah-istilah yang bekaitan dengan istilah gangguan jiwa. Saya berpendapat perlu hati-hati membedakan antara sakit mental, gangguan mental atau atau gangguan mental berat, atau hanyalah masalah kesehatan mental. Jika dirujuk dari bahasa Inggris maka Serious mental illness pasti lebih berat daripada mental ilness, sedangkan mental disorder mencakup arti yang luas dan tidak terlalu menunjuk pada berat atau ringannya gejala.

Istilah di Indonesia khususnya di wilayah Jawa bagian Timur berkembang istilah-istilah umum untuk menggambarkan fenomena gangguan jiwa : edan (Jawa Timur-Jawa Tengah), gendeng (Pulau Jawa), kucluk (Malangan), ora nggenah, kencluk (Malang Selatan) yang masing-masing dengan gradasi dan ciri yang berbeda. Kencluk menunjukkan suatu gejala tidak waras tetapi masih dalam kapasista ringan, dan jarang-jarang muncul, sementara kapasitas sosial mencari nafkah masih tetap normal, ora nggenah merujuk pada istilah berbuat tidak pada tempatnya dan mungkin terjadi pada satu peristiwa tertentu saja, kapasitas hubungan sosial masih baik, Kata ‘edan’ digunakan pada suatu fenomena dimana orang berbuat dan bertindak obsesive sehingga seperti kehilangan rasional seperti orang pada umumnya, contohnya: tergila-gila pada lawan jenis sehingga meletakkan harga diri dan hilang rasa malu.

Gangguan jiwa yang dimaksud di sini bukanlah dalam arti pengertian seperti yang dimaksud masyarakat awam di atas sebagai edan, gendeng dan sejenisnya. Tetapi berupa kesepakatan oleh para ahli yang sudah menekuni dari sisi teori dan praktikalnya sehingga setiap istilah yang digunakan adalah istilah yang memang mengandung arti yang sudah diketahui di kalangan para ahli dan sudah merupakan istilah yang dipikirkan masak-masak.

Penyebab Gangguan Jiwa menurut Awam
Gangguan jiwa dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Pemahaman yang berkembang di masyarakat tradisional akan mengatakan orang gangguan jiwa karena ‘kemasukan’ ruh halus sehingga ciri-ciri kebpribadiannya sudah bukan dirinya lagi, tapi orang lain. Penulis pernah mempunyai pengalaman pata tahun 2001 saat penulis sebagai dosen sekaligus tinggal di asrama mahasiswa suatu perguruan tinggi pendidikan keperawatan di Tebing Tinggi Deli. Suatu hari mahasiswa mengalami apa yang oleh teman-temannya disebut ‘kerasukan’. Dimana mahasiswa tersebut berbicara dan ‘meracau’ dengan bahasa Batak Kuno. Disebut kerasukan karena isi dari ‘racauan’ menunjukkan mahasiswa penderita tersebut berkata-kata dan berbicara sebagai leluhurnya. Sebelumnya mahasiswa penderta tersebut tidak bisa berbahasa Batak Kuno, tapi selama kejadian mahasiswa berbicara dengan bahasa Batak Kuno dengan lancar. Usaha yang dilakukan untuk ‘menyadarkan’ lagi dilakukan dengan membacakan doa-doa keagamaan. Hasilnya adalah : tetap kerasukan. Fenomena tersebut patut membuat penulis patut mempertanyakan hubungan kesembuhan antara ritual doa-doa bersumber dari keagamaan dengan gejala kerasukan.

Penyebab Gangguan Jiwa secara Ilmiah
Penjelasan gangguan jiwa secara ilmiah artinya bahwa temuan-temuan hubungan adanya gangguan jiwa dengan factor-faktor lain ditemukan berdasarkan riset yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Riset ini telah dilakukan bertahun-tahun.

Manusia bereaksi terhadap lingkungan secara keseluruhan secara holistik yaitu secara somato-psiko-sosial. Gangguan jiwa artinya bahwa gejala kelainan patologis yang menonjol adalah pada unsur kejiwaannya (psike), dan psike mempengaruhi aspek lainnya karena itu tidak berarti orang gangguan jiwa unsur lain tidak terganggu. Jadi masalah gangguan jiwa secara langsung maupun tidak berpengaruh terhada ketiga aspek tersebut, karena itu penjelasan tentang proses gangguan jiwa harus memperhatikan pada ketiga unsur tersebut. Paling tidak ditemukan penjelasan umumnya. Gangguan jiwa dapat diketahui dari indikator-indikator perilaku yang ditunjukkan seseorang. Faktor yang mempengaruhi perilaku sekaligus merupakan faktor yang mempengaruhi kejadian gangguan jiwa. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku dapat dilihat pada kotak.

Lihat Daftar Pustaka Disini | Download Artikel PDF

Inspirasi: http://www.poltekkes-malang.ac.id | Tag: stres, tanda, gila, saraf, rusak


Title Post: Deskripsi dan Pengertian Ganguan Jiwa
Dedi Mukhlas - Facebook | Twitter | Blogger | Website
CAL: 0341-7688805 | SMS: 085730130718 | PIN: 24C4202C




Kategori Artikel Terkait Lainnya